120 Pasukan Keamanan Suriah Tewas Diserang


Selasa, 07 Juni 2011

                 BEIRUT – Kelompok bersenjata menyerang pasukan keamanan Suriah dan membakar gedung milik pemerintah. Insiden ini menyebabkan 120 pasukan keamanan tewas. Pemerintah Suriah langsung mengeluarkan peringatan keras menyusul serangan ini. Pemerintah juga bersumpah untuk merespons serangan dengan cara meyakinkan. Tanggapan pemerintah menunjukan bahwa mereka akan melancarkan serangan balasan yang lebih brutal dari serangan tersebut.

                Serangan ini terjadi di wilayah Jisr Al-Shughour. Sementara detail mengenai serangan belum diketahui secara pasti dan kemungkinan besar mengubah bentuk penanganan pemerintah terhadap aksi protes damai warganya, yang menuntut Presiden Bashar Ashad mundur dari jabatannya. “Kami akan menanggapi serangan ini dengan keras berdasarkan hukum. Kami tidak akan tinggal diam atas adanya kelompok bersenjata yang menyerang pasukan keamanan dan warga,” ungkap Menteri Dalam Negeri Suriah Ibrahim Shaar seperti dikutip Associated Press, Selasa (7/6/2011).  Namun menurut kelompok HAM Mustafa Osso menyatakan belum ada konfirmasi pasti mengenai jumlah korban. Dirinya juga mengatakan ada beberapa pasukan pemerintah yang membelot dan kini lebih berpihak kepada kelompok anti-pemerintah. Dirinya juga menepis anggapan bahwa pengunjuk rasa anti-pemerintah bertindak anarkis. “Para pengunjuk rasa saat melakukan aksinya dengan damai dan tidak dipersenjatai sama sekali,” tutur Osso. Beberapa aktivis juga mengatakan adanya laporan tidak resmi bahwa ada pertempuran didalam tubuh militer Suriah sendiri. Namun aktivis yang enggan disebutkan namanya tersebut mengaku situasi saat ini dalam ketidakpastian.  “Tidak jelas siapa yang melepaskan tembakan. Namun situasi saat ini sangat serius dan sepertinya sudah mulai lepas kendali,” jelasnya.  Aktivis tersebut mengkhawatirkan jikalau pasukan pemerintah saat ini tengah merencanakan serangan balasan.

Malinda Dee Akan Dioperasi Pekan Depan


Selasa, 7 Juni 2011 11:27 WIB

            Jakarta (ANTARA News) – Tersangka pembobol dana nasabah Citibank, Inong Malinda Dee, rencananya akan menjalani operasi karena mengalami radang di bagian dada, pekan depan. “Operasi rencananya dilaksanakan minggu depan,” kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri, Irjen Pol Anton Bachrul Alam, di Jakarta, Selasa. Anton mengatakan bahwa tim pra operasi Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta, sudah melakukan analisa dan koordinasi. Terkait dengan tempat dan biaya operasi radang di dada Malinda, Anton tidak menyebutkan lebih rinci.  “Saya belum cek berapa biayanya,” katanya.  Sementara itu berkas perkara Malinda dikembalikan oleh kejaksaan karena perlu dilengkapi atau P19. Jika berkas sudah selesai dilengkapi, berkas akan segera dikirim, kata Anton. Tersangka Malinda menjabat sebagai Senior Relationship Manager di Citibank, dan ia sudah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri.  Modus operandi yang dilakukan Malinda sebagai karyawan bank adalah dengan sengaja melakukan pengaburan transaksi dan pencatatan tidak benar terhadap beberapa slip transfer.

            Slip transfer penarikan dana pada rekening nasabah untuk memindahkan sejumlah dana milik nasabah tanpa seijin nasabah ke beberapa rekening yang dikuasai oleh pelaku.  Malinda Dee mengalirkan dana dari nasabahnya itu ke 30 rekening di berbagai bank. Salah satu rekening atas nama tersangka saat ini sudah dibuka, dan total nilainya sebesar Rp11 miliar. Sementara sisa rekening lain masih diblokir dan masih dalam proses meminta ijin untuk membukanya. Penyidik telah menyita barang bukti diantaranya 29 formulir transfer yang disalurkan ke beberapa rekening. Saat ini, baru tiga nasabah yang melapor ke Citibank karena merasa dirugikan dengan total nilai Rp16,6 miliar.


Interviewing

PENYAJIAN LISAN


1. DASAR JURNALISTIK


Dasar Komunikasi


SOAL UTS TEKOM KELAS C

Materi Kuliah


1. Pengantar

2. THEORIZING

Previous Older Entries