TUGAS TEORI KOMUNIKASI 17 MARET 2011


DOSEN          : ENDANG MIRASARI

 

  1. Carilah minimal 10 sifat teori!

Sifat-sifat teori adalah sebagai berikut:

  1. Semua teori adalah abstraksi tentang sesuatu hal, yang berarti suatu teori bersifat terbatas. Teori salalu mengurangi pengalaman menjadi sebuah bentuk kategori-kategori yang sebagai hasilnya selalu meninggalkan sesuatu.
  2. Semua teori adalah konstruksi ciptaan individual manusia. Oleh karena itu sifatnya relatif dalam arti tergantung pada cara pandang si pencipta teori, sifat dan aspek yang diamati, serta kondisi-kondisi lain yang mengikat seperti waktu, tempatdan lingkungan sekitarnya.
  3. Sebuah teori mengfokuskan perhatian kita pada sesuatu pola, hubungan, variabel, dan mengabaikan yang lainnya.
  4. Teori sifatnya tidak mengekang periset, artinya periset bebas berteori untuk memaknai data dan mendialogkannya dengan konteks sosial yang terjadi.
  5. Teori bersifat sistematis, karena dilatarbelakangi dengan munculnya sebuah fenomena, menghubungkan fenomena dengan variabel-variabel yang mendukung fenomena tersebut, penulusuran terhadap fenomena yang terjadi, serta menjelaskan berbagai rumusan dan kesimpulannya. Atau dengan kata lain teratur menurut sistem. (Pengantar Teori dan Manajemen Komunikasi, 2009:20)
  6. Teori bersifat majemuk, artinya setiap teori menjelaskan fenomena yang berbeda-beda dan terdapat beraneka tafsir terhadap pemahaman sebuah teori.(Teori-teori Sosial, 2002:viii)
  7. Teori selalu berkembang, artinya teori senantiasa mengikuti perkembangan zaman, teori diperbaharui dengan menyempurnakan informasi yang terkait dengan fenomena yang terjadi di masa lampau dan dihubungkan dengan fenomena yang terjadi di masa sekarang.
  8. Teori bersifat terbuka, artinya teori membuka kemungkinan-kemungkinan lain yang tentatif (bersifat sementara), kontekstual, dan bermutu.
  9. Teori bersifat perspektival, artinya setiap orang dapat menganalisis makna yang terkandung dalam sebuah teori berdasarkan sudut pandang masing-masing. (Teori-teori Sosial, 2002:ix)
  10. Teori bersifat empiris, artinya teori didapatkan berdasarkan pengalaman terutama yang diperoleh dari penemuan, percobaan, dan pengamatan yang telah dilakukan.
  11. Teori bersifat universal, artinya ruang lingkup teori bergantung pada prinsip umum atau gagasan bahwa sebuah penjelasan teori harus cukup umum untuk dapat masuk ke pengamatan tunggal.
  12. Teori bukan spekulasi, artinya kebenaran teori didasarkan pada penjelasan kongkrit dan ilmiah bukan secara kebetulan.

       2. Carilah minimal 10 fungsi teori!

Ada bermacam – macam fungsi teori dari beberapa ahli. Seperti yang diungkapkan oleh Littlejohn yang menyatakan 9 fungsi dari teori, yakni :

  1. Mengorganisasikan dan menyimpulkan pengetahuan tentang suatu hal. Ini berarti bahwa dalam mengamati realitas kita tidak boleh melakukan secara sepotong-sepotong. Kita perlu mengorganisasikan dan mensintesiskan hal-hal yang terjadi dalam kehidupan nyata. Pola-pola dan hubungan-hubungan harus dapat dicari dan ditemukan. Pengetahuan yang diperoleh dari pola atau hubungan itu kemudian disimpulkan. Hasilnya (berupa teori) akan dapat dipakai sebagai rujukan atau dasar bagi upaya-upaya studi berikutnya.
  2. Memfokuskan. Teori pada dasarnya menjelaskan tentang sesuatu hal, bukan banyak hal.
  3. Menjelaskan. Teori harus mampu membuat suatu penjelasan tentang hal yang diamatinya. Misalnya mampu menjelaskan pola-pola hubungan dan menginterpretasikan peristiwa-peristiwa tertentu.
  4. Pengamatan. Teori tidak sekedar memberi penjelasan, tapi juga memberikan petunjuk bagaimana cara mengamatinya, berupa konsep-konsep operasional yang akan dijadikan patokan ketika mengamati hal-hal rinci yang berkaitan dengan elaborasi teori.
  5. Membuat predikasi. Meskipun kejadian yang diamati berlaku pada masa lalu, namun berdasarkan data dan hasil pengamatan ini harus dibuat suatu perkiraan tentang keadaan yang bakal terjadi apabila hal-hal yang digambarkan oleh teori juga tercermin dalam kehidupan di masa sekarang. Fungsi prediksi ini terutama sekali penting bagi bidang-bidang kajian komunikasi terapan seperti persuasi dan perubahan sikap, komunikasi dalam organisasi, dinamika kelompok kecil, periklanan, public relations dan media massa.
  6. Fungsi heuristik atau heurisme. Artinya bahwa teori yang baik harus mampu merangsang penelitian selanjutnya. Hal ini dapat terjadi apabila konsep dan penjelasan teori cukup jelas dan operasional sehingga dapat dijadikan pegangan bagi penelitian-penelitian selanjutnya.
  7. Komunikasi. Teori tidak harus menjadi monopoli penciptanya. Teori harus dipublikasikan, didiskusikan dan terbuka terhadap kritikan-kritikan, yang memungkinkan untuk menyempurnakan teori. Dengan cara ini maka modifikasi dan upaya penyempurnaan teori akan dapat dilakukan.
  8. Fungsi kontrol yang bersifat normatif. Asumsi-asumsi teori dapat berkembang menjadi nilai-nilai atau norma-norma yang dipegang dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kata lain, teori dapat berfungsi sebagai sarana pengendali atau pengontrol tingkah laku kehidupan manusia.
  9. Generatif. Fungsi ini terutama menonjol di kalangan pendukung aliran interpretif dan kritis. Menurut aliran ini, teori juga berfungsi sebagai sarana perubahan sosial dan kultural serta sarana untuk menciptakan pola dan cara kehidupan yang baru.

Dalam suatu riset, teori menurut Koentjaraningrat (1981:19) mempunyai fungsi-fungsi:

  1. Menyimpulkan generalisasi-generalisasi dari fakta-fakta hasil pengamatan, artinya merupakan kesimpulan induktif yang menngeneralisasi hubungan antara fakta-fakta atau kelas-kelas fakta-fakta.
  2. Memberi kerangka  orientasi untuk analisis dan klasifikasi dari fakta-fakta yang dikumpulkan dalam penelitian, artinya berfungsi sebagai pendorong proses berpikir deduktif yang bergerak dari alam abstrak ke alam fakta-fakta konkrit. Suatu teori dipakai oleh periset sebagai kerangka yang memberi batasan terhadap fakta-fakta konkrit yang tak terbilang banyaknya dalam kenyataan di masyarakat.
  3. Memberi ramalan terhadap gejala-gejala baru yang terjadi, artinya adalah memberi prediksi atau ramalan sebelumnya kepeda periset mengenai fakta-fakta yang akan terjadi.
  4. Mengisi lowongan-lowongan dalam pengetahuan kita tentang gejala-gejala yang telah atau sedang terjadi.

Sedangkan fungsi teori menurut Soerjono Soekamto (1982:26) adalah sebagai berikut:

  1. Suatu teori atau beberapa teori merupakan ikhtisar hal-hal yang telah diketahui serta diuji kebenarannya yang menyangkut objek yang dipelajari.
  2. Teori memberikan petunjuk-petunjuk terhadap kekurangan-kekurangan pada seseorang yang memperdalam pengetahuannya.
  3. Teori berguna untuk lebih mempertajam atau lebih mengkhususkan fakta yang dipelajari.
  4. Suatu teori akan sangat berguna dalam mengembangkan sistem klasifikasi fakta, membina struktur konsep-konsep serta memperkembangkan definisi-defini yang penting untuk penelitian.
  5. Pengetahuan teoritis memberikan kemungkinan-kemungkinan untuk mengadakan proyeksi sosial, yaitu usaha untuk dapat mengetahui ke arah mana masyarakat akan berkembang atas dasar fakta yang diketahui pada masa yang lampau dan pada dewasa ini.                                                                                                                                                                         3. Jelaskan dalam pengetahuan Anda mengenai tujuh tradisi ilmu komunikasi menurut Littlejohn yang dijumpai di banyak buku teori komunikasi. Apa saja tradisinya dan teori-teori apa yang terkandung di dalamnya!
    1. Tradisi Semiotik

Tradisi semiotik umumnya melibatkan ide dasar triad of meaning yang menegaskan bahwa arti muncul dari hubungan di antara tiga hal yakni: benda (atau yang dituju), manusia (penafsir), dan tanda.

Contoh : kata anjing diasosiasikan dalam pikiran Anda dengan binatang tertentu. Kata itu bukanlah binatang , tetapi sebagai ganti dari pemikiran, asosiasi, atau interpretasi yang menghubungkan kata atau benda yang nyata dengan hidup Anda. Seseorang yang memiliki anjing dan mencintainya sebagai binatang piaraannya akan mendapatkan pengalaman yang berbeda tentang tanda anjing dengan orang yang pernah digigit anjing.

Teori yang terkandung dalam tradisi ini adalah:

  • Teori Simbol, mempelajari simbolisme dan menegaskan beberapa konsep dan istilah yang biasa digunakan dalam komunikasi.
  • Teori Sistem Non Verbal, berkonsentrasi pada metode stuktural persandian non-verbal yang menjadi inti dalam komunikasi semiotik.

    2. Tradisi Fenomenologis

Teori-teori dalam tradisi fenomenologis berasumsi bahwa orang-orang secara aktif menginterpretasi pengalaman-pengalamannya dan mencoba dunia dengan pengalaman pribadinya. Tradisi ini memperhatikan pada pengalaman sadar seseorang.

Contoh: Anda akan mengambil kajian teori ilmu komunikasi dengan serius sebagai pengalaman di bidang pendidikan ketika Anda mengalaminya sebagai sesuatu yang akan memberikan pengaruh positif pada kehidupan Anda.

Teori yang terkandung dalam tradisi ini adalah :

  • Teori Respon Pembaca, menurut teori ini pembaca merupakan anggota dari komunitas interpretif-kelompok yang saling berinteraksi, membentuk realitas dan pemaknaan umum, serta menggunakannya dalam pembacaan mereka. Jadi, pemaknaan terletak dalam komunitas interpretif pembaca.
  • Teori Gadamer, menurut teori ini seseorang selalu memahami pengalaman dari sudut pandang perkiraan atau asumsi.

            3. Tradisi Sibernetika

Teori-teori dalam tradisi sibernetika menjelaskan bagaimana proses fisik, biologis, sosial, dan perilaku bekerja. Dalam sibernetika, komunikasi dipahami sebagai sistem bagian-bagian atau variable-variabel yang saling memengaruhi satu sama lainnya., membentuk, serta mengontrol karakter keseluruhan sistem, dan layaknya organism, menerima keseimbangan dan perubahan.

Contoh: ketika pendapatan keluarga meningkat, maka kebutuhan akan kesehatan juga meningkat, dengan peningkatan kebutuhan akan kesehatan, menurunlah tingkat penyakit dalam keluarga, sehingga dapat meningkatkan kehadiran di tempat kerja dan sekolah.

Teori yang terkandung dalam tradisi ini adalah :

  • Teori Penggabungan Informasi, menjelaskan pembentukan informasi dan perubahan sikap.
  • Teori Konsistensi, berhubungan dengan sikap, perubahan sikap, dan kepercayaan.
  • Teori Co-Orientasi Taylor tentang Organisasi, memberikan gambaran tentang bagaimana organisasi tersusun dalam percakapan.

4. Tradisi Sosiopsikologis

Kajian individu sebagai makhluk sosial merupakan tujuan dari tradisi sosiopsikologis. Teori-teori tradisi ini berfokus pada perilaku sosial individu, variabel psikologis, efek individu, kepribadian dan sifat, persepsi, serta kognisi. Kognisi disini mengandung makna memberikan pemahaman bagaimana manusia memproses informasi.

Teori yang terkandung dalam tradisi ini adalah :

  • Teori Penyusunan Tindakan, menguji cara kita mengatur pengetahuan dalam pikiran dan menggunakannya untuk membentuk pesan.
  • Teori Pengartian secara Semantik, berhubungan dengan cara-cara mempelajari makna dan bagaimana makna tersebut berhubungan dengan pikiran dan perilaku.
  • Teori Penetrasi Sosial, memfokuskan perhatian kita pada pengembangan hubungan sebagai sebuah proses komunikasi.

5. Tradisi Sosiokultural

Pendekatan sosiokultural menunjukkan pemahaman kita terhadap makna, norma, peran, dan peraturan yang dijalankan secara interaktif dalam komunikasi. Tradisi ini mengeksplorasi dunia interaksi yang dihuni oleh manusia, menjelaskan bahwa realitas bukanlah seperangkat susunan di luar kita, tetapi dibentuk melalui proses interaksi di dalam kelompok, komunitas, dan budaya.

Teori yang terkandung dalam tradisi ini adalah :

  • Teori Komunikasi tentang Identitas, identitas merupakan penghubung utama antara individu dan masyarakat serta komunikasi merupakan mata rantai yang memperbolehkan hubungan ini terjadi.
  • Teori Negosiasi Identitas, identitas dibentuk melalui negosiasi ketika kita menyatakan, memodifikasi atau menantang identifikasi-identifikasi diri kita atau orang lain.
  • Teori Aksi Berbicara, membantu kita memahami bagaimana manusia menyempurnakan hal dengan kata-katanya.
  • Teori Pemusatan Simbolis, berhubungan dengan penggunaan gaya bercerita dalam komunikasi.

              6. Tradisi Kritik

Pada umumnya, tradisi kritik memiliki tiga keistimewaan pokok yakni: Pertama, tradisi kritik mencoba memahami sistem yang sudah dianggap benar, struktur kekuatan, dan keyakinan atau ideology yang mendominasi masyarakat, dengan pandangan tertentu di mana minat-minat disajikan oleh struktur-stuktur kekuatan tersebut. Kedua, para ahli teori kritik pada umumnya tertarik dengan membyak kondisi-kondisi sosial yang menindas dan rangkaian kekuatan untuk mempromosikan emansipasi atau masyarakat yang lebih bebas dan lebih berkecukupan. Ketiga, teori kritik menciptakan kesadaran untuk menggabungkan teori dan tindakan. Teori-teori tersebut bersifat normative dan bertindak untuk mendapatkan atau mencapai perubahan dalam kondisi-kondisi yang memepengaruhi masyarakat.

Teori yang terkandung dalam tradisi ini adalah :

  • Teori Budaya Pendamping, teori ini mengenai percakapan antara anggota kelompok dominan dan yang terwakilkan.
  • Teori Sudut Pandang, mengkaji bagaimana keadaan kehidupan individu memengaruhi aktivitas individu dalam memahami dan memebentuk dunia sosial.
  • Teori Queer, berusaha membuat ganjil, memusingkan, meniadakan, membatalkan, melebih-lebihkan pengetahuan dan institusi yang heternormative.

   7. Tradisi Retorika

Pusat dari tradisi retorika adalah penemuan, penyusunan, gaya, penyampaian, dan, daya ingat. Penemuan mengacu pada konseptualisasi atau proses saat kita menentukan makna dari simbol melalui interpretasi, respon terhadap fakta yang tidak mudah kita temukan pada apa yang telah ada, tetapi menciptakannya melalui penafsiran dari kategori-kategori yang digunakan. Penyusunan mengacu pada penagturan simbol-simbol. Gaya berhubungan dengan penyajian dari semua simbol. Penyampaian menjadi perwujudan dari simbol-simbol dalam bentuk fisik. Akhirnya, daya ingat tidak lagi mengacu pada penghafalan pidato tetapi pada cakupan yang lebih besar.

Teori yang terkandung dalam tradisi ini adalah :

  • Teori Retorika Post-Modern, mengistimewakan pendirian akan ras, kelas, gender, dan seksualitas dalam pengalaman kehidupan khusus seseorang.
  • Teori Querr Rethorica, menguji fitur-fitur yang berbeda dari penyampaian keganjilan publik dan bentuk-bentuk retorika lain  untuk memahami perbedaan-perbedaan yang ditawarkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: